Kecewa adalah respon hati seseorang pada saat menerima atau mendapat perlakuan yang tidak sesuai dengan keinginan atau harapannya.
Beragam respon hati terhadap kecewa, dari yang positif hingga negatif.
Karena kecewa, syaitan tidak mau sujud kepada Adam yang jelas perintahnya dari Allah SWT, akibatnya dia terlaknat dari surga.
Karena kecewa, Kelompok Syiah tidak mau mengakui Kekhalifahan Abu Bakar As Shiddiq, Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan.
Karena kecewa, seorang laki-laki memperolok seorang wanita dan sebaliknya. Itu beberapa respon hati yang negatif dari rasa kecewa.
Namun tak semua respon hati terhadap kecewa adalah negatif. Respon positifpun akan di sematkan karena dia mempunyai harapan untuk bangkit dari kekecewaan.
Ada sebuah Quote dari Rasulullah saw yang mengagumkan “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim)
Mengagumkan bukan?
Walaupun kecewa merupakan hal fitrah pada diri manusia, namun jangan sampai kita terlalu kecewa.
karena {Tiada suatu bencana yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan dia telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.} (QS. Al-Hadid: 22) .
Tinta pena telah mengering, lembaran-lembaran ketentuan telah disimpan, setiap perkara telah diputuskan dan takdir telah ditetapkan. Maka, {Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami."} (QS. At-Taubah: 51).
Apa yang membuat kita benar, maka tak akan membuat kita salah. Sebaliknya, apa yang membuat kita salah, maka tidak akan membuat kita benar.
Jangan pula pernah berandai, "Seandainya saja aku melakukan seperti ini, niscaya akan begini dan begini jadinya." Tapi katakanlah, "Allah telah menakdirkan, dan apa yang Dia kehendaki akan Dia lakukan."
Demikianlah kita bebas memilih respon hati mana yang akan kita sematkan ketika rasa kecewa mulai menghujam.





0 komentar:
Posting Komentar